Bu Omas baru saja di terima sebagai guru bimbingan konseling di sebuah sekolah. Suatu hari dia melihat si Mono berdiri sendirian di pinggir lapangan belakang sekolah, sementara ada murid yang lain sedang asyik bermain bola. Karena merasa kasihan, Bu Omas mendekat dan menyapa dengan ramah.
Bu Omas: “Hai Mono, bolehkah saya menemani kamu?”
Mono: “Iya, Bu.” (sambil melihat teman-temannya yang berada di tengah lapangan).
Bu Omas: (Berpikir) “Ah, anak ini kasihan sekali. Pasti dia ingin ikut bermain.. Kenapa kamu berdiri di sini sendirian, Mono?”
Mono: “Saya sedang jadi kiper, Bu.”
Bu Omas: “Hai Mono, bolehkah saya menemani kamu?”
Mono: “Iya, Bu.” (sambil melihat teman-temannya yang berada di tengah lapangan).
Bu Omas: (Berpikir) “Ah, anak ini kasihan sekali. Pasti dia ingin ikut bermain.. Kenapa kamu berdiri di sini sendirian, Mono?”
Mono: “Saya sedang jadi kiper, Bu.”